F-Hole String Orchestra Concert : From Baroque to 20th Century

Saya nonton konser F-hole string orkestra ISI lagi^^..kembali menikmati sajian musik klasik dengan aturan baku, move on dari konser musik Arties yang saya tonton 3 hari sebelumnya bareng Five.

Ini merupakan konser kedua F-Hole  di tahun 2013 setelah gelaran “Early 20th Century Music” Februari lalu.

Kali ini konser mengangkat tema “From Baroque to 20th Century”. Mereka mempersembahkan beberapa karya musik dari zaman Baroque sampai Modern dengan format string orchestra (violin, viola, contra bass dan cello). Saya nggak ngerti juga sih soal sejarah musik klasik, tapi dari hasil baca-baca, musik klasik memang di kelompokkan menjadi beberapa periode sesuai perkembangannya. Zaman Baroque sendiri berada pada 1600-1750M. Kemudian dilanjutkan zaman Klasik, Era Romantik dan Era Modern.

Selasa malam, 12 November 2013 sekitar pukul 20.00 WIB, pemain orkestra dengan Danny Ceri sang concert master telah menempatkan diri di panggung. Malam itu para wanitanya nampak beda, mereka pakai dresscode pink. Lovely. Tapi saya lebih senang melihat mereka pakai hitam, lebih elegan  *hehehe…ini apaan sih malah ngomentari kostum*

Sambutan Ketua Panitia F-Hole String Concert

Tinggal tunggu sang konduktor Pak Budhi Ngurah dipanggil naik ke panggung untuk memulai konser. Namun seperti pada umumnya sebuah acara, ada sambutan-sambutan hirarkis dulu. Paling menyita perhatian adalah sambutan dari ketua panitia. Di dalam sambutannya, ketua panitia sempat menyinggung bahwa butuh perjuangan untuk mendapatkan suplay listrik yang memadai di concert hall tersebut. Dia jadi mengungkapkan kendala dan permasalahan yang terjadi antara panitia dengan kampus. Mbaknya ini sampai hampir nangis meminta maaf kalau-kalau listrik mati di tengah konser berlangsung. Memang sih sebelum konser dimulai tadi listrik concert hall sering byar-pet. Namun untunglah yang dikhawatirkan nggak terjadi, listrik tetap menyala sampai konser selesai. *Selamat ya, Mbak*

Setelah beberapa sambutan dan pembacaan aturan nonton, konser pun di mulai.

F-Hole String Orchestra Concert, Conduct by Budhi Ngurah

 

Konser dibagi menjadi 2 sesi.

Danny Ceri

Danny Ceri

Sesi 1 diawali Concerto Groso No IV karya komponis zaman Baroque Arcangelo Correll. Karya ini dimainkan dengan solo violin dari Danny Ceri. Nggak bisa komen, Danny Ceri bravo pokoknya..

Dilanjutkan Divertimento karya Mozart yang merupakan jenis musik abad 18, zaman klasik. Mozart dan muridnya, Beethoven, memang komponis yang terkenal di zaman ini. Saya sering dengar nama Beethoven tapi paling mentok tahunya Fur Elise doank yang banyak dijadikan lagu di kotak musik. Pun sama dengan Mozart, saya cuma sekedar tahu twinkle-twinkle little star hehehe..

Sebuah komposisi karya Tchaikovsky Elegy for string dimainkan kemudian. Rangkaian bunyi yang mengalun bener-bener menggambarkan kalau ini adalah sebuah karya dengan citarasa galau bin melankolis😦

Aus Holberg Zeit yang ditulis Edward Greig menutup sesi 1.

Setelah jeda istirahat sekitar 10 menit, konser pun memasuki sesi 2.

Simple Symphony No 2 milik Jeff Manookian -yang terdengar tidak simple di telinga- dimainkan, diteruskan Adagio for string karya Samuel Barber. Kata bookletnya, ini adalah   ost film tentang perang Platoon aransemen gelap. Kurang mengerti apa yang dimaksud aransemen gelap. Bagi saya komposisi ini terdengar sedih, seperti backsound death scene.

Komposisi terakhir yang dimainkan di sesi 2 sekaligus menutup konser malam itu adalah Fuga Y Misterio karya musisi abad 20 Astor piazzola. Dari semua komposisi yang dibawakan f-hole string orkestra, komposisi terakhir ini paling saya favoritkan. Komposisi berbentuk fuga, setiap instrumen mengimitasi pola permainan instrumen lain. Di sini awalnya violin memainkan polanya, terus diulang instrumen lain dengan lebih kompleks.

 

Pemberian buket bunga kepada Konduktor, Concert Master dan principal di akhir acara.

Btw kabarnya memperdengarkan musik klasik ke janin baik buat kecerdasannya kan ya..kalau yang ndengerin udah bukan janin mudah-mudahan masih bisa mencerdaskan juga lah ya..*ngarep!* *padahal juga masih jarang-jarang dengerinnya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s