[KulinerJogja] Madam Tan Wok Bar

Kemarin pas tanggal merah tahun baru hijriyah, saya ada mini-reuni sama beberapa teman sewaktu kerja part-time di perpustakaan. Saya sebut mini-reuni karena kami hanya berempat saja. Sebenernya sih ini cuma reuni dengan Mba Ling yang baru-baru ini mutasi ke Jogja. Kalau tiga lainnya—saya, Nunagallo dan Mba Marragret, biasanya juga masih sering ketemuan lantaran sama-sama masih berdomisili di kota gudeg ini.

Dan kami, kalau ketemuan paling ya hanya untuk sekedar ngobrol dan makan bareng. Pertemuan kali ini juga begitu. Hanya saja kali ini kami memutuskan untuk bertemu di Jogja Expo Center(JEC) untuk lihat-lihat pameran dulu. Kebetulan waktu itu di JEC lagi ada pameran komputer, gadget, fashion dan lifesyle bertajuk Great Fest. Kurang puas juga rasanya kalau acaranya cuma ketemu->makan bareng->pulang.

Selain itu, kami ngumpul di JEC karena belum punya tempat tujuan untuk makan bareng. Menjelang petang, setelah pegal keliling pameran barulah kami bahas deh itu persoalan MDM(MakanDiMana)Urusan memutuskan MDM ini nggak pernah mudah, apalagi kalau lagi pada nggak punya referensi tempat makan. Hari itu akhirnya diputuskan buat makan di Madam Tan meskipun sedikit berdebat dengan Mba Marragret yang menginginkan tempat lain hahaha..*next time yaa Mba*

Madam Tan, lengkapnya Madam Tan Wok Bar termasuk belum lama memeriahkan dunia perkulineran Jogja #halah! Tempat ini baru dibuka akhir september lalu. Baliho promonya memang sempat saya lihat di jalanan, tapi kurang attractive bagi saya lantaran entah kenapa saya nangkepnya itu resto masakan ala Malaysia. Padahal kalau diperhatikan lagi nggak ada unsur apapun yang eksplisit mengatakan itu resto masakan Malaysia.

* * *

Sewaktu sampai di TKP, di jalan C Simanjuntak no. 78A Yogyakarta, suasana rumah makan yang bercat dominan putih dan woody itu lumayan ramai. Namun kami masih berusaha cari tempat yang oke dan sempat coba lihat ke lantai atasnya dulu..eh ternyata tempatnya cenderung gelap, ada sih spot yang oke di balkon tapi cuma ada 2 kursi, lebih cocok buat dinner date gitu. Akhirnya kami turun lagi dan beruntung pas itu ada meja di pojok–yang terlihat nyaman– baru ditinggalkan pengunjung. Jadilah kami berempat menempatinya meski harus menunggu meja diberesi dan dibersihkan. Tapi beneran, spotnya asik dan dibanding lantai atas, menurut saya suasana lantai bawah lebih hangat, apalagi kalau dapat spot di depan open kitchennya tuh..mungkin bakal lebih terasa hangat.. :p

Madam Tan lantai 1

Madam Tan lantai 1

Okay, setelah duduk dan melihat daftar menunya, ternyata Madam Tan ini menyajikan menu yang bervariasi *dan terbukti bukan resto masakan Malay*. Sebagian besar merupakan menu oriental yang dimasak dengan Wok(wajan besi). Sebagian lain adalah masakan western, melayu dan nusantara. Komplit.

Kalau bingung mau pilih makanan apa, ada icon jempol di buku menu yang membantu menunjukkan menu yang direkomendasikan atau tanyakan saja sama pelayan. Kalau tips pilih menu dari saya sih simpel saja, buka halaman pertama buku menu dan lihat menu-menu di bagian kiri atas. Biasanya itu menu andalan tempat tsb. *biasanya lho yaa*😀

Oke deh, ini beberapa menu yang kami pesan di Madam Tan:

Sunny Sky

Sunny Sky pilihan Mba Ling, kurang tahu ini mix dari apaan dan apaan, yang keliatan jelas cuma ada buah ceri yang bikin minuman ini keliatan seksi kayak semacam cocktail😀

Reguler Ice Tea Madam Tan

Reguler Ice Tea Madam Tan

Es Langkawi Madam Tan

Es Langkawi Madam Tan

Es Langkawi, katanya diambil dari nama daerah di Indonesia yaitu Langkawi. Saya sendiri nggak tahu Langkawi-nya Indonesia. Setahu saya Langkawi ada di Malaysia *Malaysia meneh*. Isinya bubur sumsum putih, santan, gula aren, kolangkaling, kelapa muda, cincau, nangka dan ketan. Woaah, saya agak-agak laper mata pas pesan ini, Es langkawi terlalu ‘berat’ buat teman makan nasgor hahaha..

Hot Strawberry Tea

Hot Strawberry Tea pesanan Mba Marragreth ini saya pikir teh hangat berisi potongan buah strawberry. Ternyata bukan, pas di antar ke meja kami Hot Strawberry Tea bentuknya air putih hangat sama 1 tea bag plus pemanisnya. Jadilah Mba Marragreth nyeduh sendiri teh merk Dilmah itu. Teh asal Srilanka dengan warna yang cenderung gold. Kabarnya teh ini berkualitas premium dan beraroma kuat *abis cari tahu soal Dilmah🙂 *

Bihun Tom Yam Madam Tan

Bihun Tom Yam Madam Tan

Pesanan Nunagallo, menurutnya kuantitas bihunnya minus tapi kuahnya lezat dan nggak terlalu asam.

Nasi Goreng Ala Madam

Nasi Goreng Ala Madam Tan

Nasi Goreng Ala Madam dg Topping Seafood

Nasi Goreng Ala Madam Tan dg Topping Seafood

Selain Nunagallo, kami semua pilih nasi goreng ala Madam Tan. Nasi goreng telur berwarna kemerahan yang katanya dari buah bit yang dibilang kaya antioksidan. Rasanya enaak, campuran nanas dan kismisnya memberi tambahan rasa segar. Hanya saja terlalu oily. Mudah-mudahan yang dipakai minyak zaitun atau apa gitu yaa hehe kan jargonnya “Healthy food, good food, good mood”🙂 Oh ya, di sini menu yang dimasak dengan wok semisal nasi goreng, bakmi, kwetiaw dan ifumie bisa diberi topping sesuai pilihan. Saya sendiri mencoba topping seafood.

And the last, soal harga. Harga menu di Madam Tan cukup sebanding sama rasanya, menu wok-nya mulai 20ribuan.  Kalaupun merasa harganya agak “lumayan”, saya rasa bisa dibikin impas dengan tempat yang cozy, nyaman dan pelayanan yang ramah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s