[KulinerJogja] Musiro

Ini bagi yang pengen nyoba makanan Korea di Jogja. Salah satu opsinya bisa ke warung(?) makan bernama Musiro. Dulu temen saya pernah bilang kalau lokasinya ada di Jalan affandi (Gejayan) tapi saya nggak pernah nemu. Ternyata emang udah pindah tempat, masih di Jalan Affandi juga sih tapi sekarang masuk gang Alamanda : Kalau lewat jalan Affandi dari arah utara, Gang alamanda ada di kanan jalan, sebelum indomaret yang ada di seberang Swiss bakery.

 Saya nggak tahu Musiro sebelum pindah seperti apa tapi sekarang menempati semacam eks-rumah dengan 2 kamar.

Nggak seperti Dae Jang Geum yang dari bangunannya saja sudah terlihat Korean Style, Musiro nampak lebih sederhana. Nuansa Koreanya hanya diciptakan dari banyak foto dan poster artis Korea yang dipajang di tembok, dari lagu-lagu Kpop yang diputar, serta dari salah satu bentuk jendelanya.

Musiro ini menunya Fusion Korean Food. Namanya juga fusion jadi rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, seperti taglinenya “Resep Korea, Lidah Indonesia”. Waktu saya ke sana bersama seorang teman (sekitar awal tahun😀 ) menu yang kami pesan adalah Topokki dan gimbab, tapi selain 2 menu itu masih buanyak lagi macam menu di tempat ini.

.:. Toppokki

Toppokki(Teokbokki/Deokbokki) sering disebut kue beras, street food terkenal dari Korea. Berbentuk lonjong, dipotong2 silinder kecil-kecil dan disajikan dengan saus. Rasanya pedas-manis, ada aroma ikan dari kue berasnya. Di Musiro toppokki reguler dihargai 15ribu, 25ribu untuk toppokki dengan tambahan keju mozarella dan 7ribu untuk yang disajikan seperti sate(memakai tusuk).

Topokki reguler 15k

.:.Gimbab

Gimbab/kimbab merupakan nasi gulung dengan balutan nori berisi isian tertentu, persis Sushi orang Jepang. Di Musiro banyak pilihan Gimbab, tapi kala itu saya memilih isi Tuna. Harga Gimbab rata-rata 22ribu rupiah. Gimbab di Musiro disajikan dengan kimchi dan semacam soup kaldu.

Crispy Gimbab 22k

.:. Myun

Myun merupakan menu serba mie. Salah satunya adalah Ramyun, semacam Ramen kalau di Jepang , kalau di indonesia mungkin Indomie😀 .Harganya mulai 15ribu rupiah. Budaya orang Korea kalau makan ramyun biasanya langsung dari panci dan tutup pancinya dipakai sebagai alas saat menyumpit ramyun(bisa lihat gambar di bawah ini). Dari buku menu, sepertinya beberapa menu ramyun di Musiro disajikan seperti itu(dengan wadah panci).

Iklan Shin Ramyun (Source : kpopstarz.com)

Betewe saya pernah baca artikel kalau cara orang Korea makan ramyun yang seperti di atas itu mengusik oknum warga Jepang yang juga khas dengan kebiasaan makan ramennya. Menurut orang Jepang, itu bukan good manners dan disgusting, mereka nggak pengen orang-orang makan ramen dengan cara begitu. Masalah beda budaya saja sih kalau menurut saya, makan langsung dari wadahnya bagi orang Indonesia juga saya rasa nggak sopan. Balik ke individunya aja yang musti bisa nyaring budaya luar. *Yaelah! kok berbau PPKn gini jadinya?! *

Shin Ramyun

Mumpung ngomongin ramyun nih,  saya pernah coba masak ramyun sendiri, beli di Indomaret. Ukuran mienya 120gr, hampir 2kali indomie dan di cara pembuatan harus dimasak dengan 550 cc air, banjir banget kan?  Nggak heran kalau ramen Jepang identik dengan mangkuk besar. Dan mungkin orang Korea menyiasatinya dengan makan langsung dari pancinya *sokteu*. Praktis dari pancinya sih memang *Balada anak kost males cuci perabot*

Wokeh, balik lagi ke menu Musiro.

.:. Menu Bab = Nasi, rata-rata disajikan ala bento. Ada juga Bibimbab alias nasi campur, karena memang semua bahannya dicampur jadi satu. Nasi, bayam, wortel, tauge, jamur, timun, daging dikasih saus dan telur terus diorak arik. Telurnya mentah lho jadi mending tanya dulu dan minta diganti telur matang kalau sekiranya nggak doyan mentahnya. Saya sendiri sih belum ada minat nyoba.

Untuk menu minumnya juga cukup beragam. *tapi seberagam apapun biasanya ujung-ujungnya saya pesen yang berbau teh atau kopi😀 *

Ice Lemon Tea

Sendok & sumpit panjang, Korean Style

Overall harga menu di Musiro memang lebih murah daripada Dae Jang Geum, tapi porsinya juga lebih sedikit. Jadi sama aja sih. Kalau cuma sekadar pengin nyoba masakan ala Korea, Musiro cukup memuaskan, tapi kalau ingin sekalian dapet suasananya mungkin Dae Jang Geum lebih unggul. Mianhae nih dari tadi bandingin sama Dae Jang Geum karena baru itu rumah makan Korean Food yang pernah saya coba. Ada satu lagi yang menyajikan Korean Food di Jogja yaitu Silla, tapi saya belum berkesempatan ke sana (>.<)/

.:: Anyoooong^^

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s