Festival Sekar Geni 2013

Sekar (Bhs Jawa) dalam bahasa Indonesia artinya Bunga, sedangkan Geni artinya Api. Jadi, Sekar Geni = Bunga Api. Kalau secara harafiah memang jadinya Festival Bunga Api😀😀 tapi bukan itu maksudnya karena Sekar Geni di sini adalah akronim dari Seni Karawitan Gending Gerejani, sebuah titel acara pertunjukan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Karawitan Universitas Sanata Dharma (USD). Konsepnya adalah menampilkan gending(lagu) gerejani yang syairnya dinyanyikan oleh koor dan diiringi gamelan.

Kalau di Jawa, terlebih Jogja memang masih banyak ibadat di gereja yang menggunakan bahasa Jawa dan lagu yang diiringi gamelan. Jadi pasti ada kelompok khusus yang sudah biasa membawakan gending gerejani. Dalam festival ini, kelompok-kelompok penampil membawakan gending gerejani dengan lirik berbahasa Indonesia agar lebih bisa dinikmati.

Acara yang diikuti 12 peserta ini diselenggarakan pada hari Minggu 19 Mei 2013 lalu di panggung Realino kampus Sanata Dharma Mrican. Peserta tidak hanya dari beberapa paroki di Jogja tapi ada juga dari Magelang dan dari Gereja Kristen Jawa. Selain dari peserta, ada juga penampilan dari UKM Seni Karawitan Sanata Dharma sendiri serta bintang tamu dari Himpunan Mahasiswa Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, tarian dari UKM Grup Tari Sanata Dharma(Grisadha) dan tari Bali dari mahasiswa ISI.

HMJ Karawitan ISI Jogja

Tari Jagones oleh UKM Grisadha

Tari Kebyar Duduk oleh Mahasiswa ISI Jogja

Acara yang bertepatan dengan hari Pentakosta ini bukan lomba tapi merupakan sebuah sarana berekspresi, tempat memainkan gending gerejani di luar ibadat gereja. Dengan adanya acara ini juga diharapkan bisa menambah semangat pengrawit gending gerejani dan menumbuhkan peminat dan pengrawit baru. *Hari gini menumbuhkan minat ke karawitan/gamelan itu memang bukan hal mudah*. Lebih dari itu, Festival Sekar Geni bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada perintis gending gerejani.

Rektor USD memberi penghargaan kpd Bapak Sukodi
*Romo Rektor kayaknya barusan Jogging nih :D*

Gending gerejani pertama kali dirintis tahun 1925 oleh Bapak Alm. C. Hardjasoebrata (Sumber: brosur acara). Awalnya gending gerejani malah hanya dimainkan di luar ibadat gereja. Namun 30 tahun kemudian Mgr Sugijapranata membentuk tim gending gerejani untuk iringan ibadat gereja. Bapak Alm. C. Hardjasoebrata  tergabung dalam tim tersebut bersama Bapak Sukodi.

Bapak Sukodi merupakan pencipta gending Nata Agung yang dulu pertama kali diperdengarkan saat menyambut Ir Soekarno datang ke kampus Sanata Dharma 52 tahun silam.

Pada kesempatan ini penyelenggara memberikan penghargaan kepada kedua tokoh tersebut sebagai penggiat seni karawitan gending gerejani.

Bapak Sukodi & Salah satu putri Bapak Alm. C. Hardjasoebrata

Paroki St. Antonius Muntilan saat membawakan gending Nata Agung
*Full Power Mode On😀 *

Meski saya kurang familier dengan gending yang dibawakan *soalnya di gereja saya nggak ada ibadat dengan bahasa jawa dan iringan gamelan* tapi saya menikmati acara ini. Rasanya kagum melihat pengrawit dari mulai yang kesil usia SD, pemuda-pemudi, sampai yang kakek nenek memainkan gamelan dan bernyanyi. Mereka, selain mengembangkan bakat seni juga sekaligus mengungkapkan religiusitas, sesuai tagline-nya bersyukur dalam nada dan irama gamelan.

Ini merupakan Festival Sekar Geni perdana yang diagendakan bakal diselenggarakan tiap tahun oleh  UKM Seni Karawitan Sanata Dharma. Meski acara ini tidak bersifat kompetisi, semua peserta terlihat menampilkan yang terbaik. Semoga selanjutnya semakin baik.

.:: Auf Wiedersehen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s