Camping @Pantai Sadranan

Gara-gara kangen suasana pantai, saya jadi bongkar-bongkar folder foto dan melihat-lihat lagi foto saat saya berkunjung  ke pantai di Jogja zaman dahulu kala. Bukannya terobati, yang ada malah jadi tambah kangen pengen ke pantai lagi. Memang bener deh kalau obat kangen sebenarnya ya cuma  1, ketemu sama yang dikangeni #bukankode . Tapi dari kost saya kalau mau ketemu pantai agak jauh. Untuk menuju pantai terdekat butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan * Saya bilang itu jauh karena saat di kampung halaman saya-daerah pantura, nggak sampai 10menit sudah bisa lihat pantaijoking lupine*

Pantai terdekat yang saya maksud itu adalah pantai-pantai di daerah Bantul, yaitu Pantai Parangtritis yang terkenal dengan legenda Nyi Roro Kidulnya atau pantai Depok yang biasa jadi tempat menikmati seafood, karena di sana ada  tempat penjualan hasil laut tangkapan nelayan.

Awalnya memang hanya pantai-pantai di daerah Bantul itu yang saya tahu sampai akhirnya saya tahu bahwa di Jogja ini ada deretan pantai indah di daerah Gunung Kidul. Pantai-pantai dengan pemandangan yang indah mengagumkan dan pasirnya yang berwarna kuning gading. Kala itu yang terkenal dan umum dikunjungi wisatawan adalah Pantai Baron, Krakal, Kukup, dan Sundak. Namun sebenarnya banyak pantai lain di sekitarnya yang tak kalah menarik buat dikunjungi.

Dan di bulan Juli 2009 *jadul bangettongue lupine* akhirnya saya ada kesempatan pergi ke salah satu pantai di Gunung Kidul untuk pertama kalinya. Bukan ke pantai yang sudah tenar tapi ke pantai yang terbilang masih alami dan cukup sepi karena masih jarang dikunjungi wisatawan. Namanya Pantai Sadranan. Letaknya di sebelah timur pantai Krakal dan di sebelah barat pantai Ngandong. Dinamakan Sadranan karena pantai ini pada tanggal tertentu dijadikan tempat Nyadran(Sedekah Laut), semacam ritual menghanyutkan sesajen ke laut*CMIIW*.

Saat itu saya ke sana bareng teman-teman, ber-12, termasuk Romo Kun, seorang Romo/Pastur sekaligus salah satu dosen IT USD yang hobi fotografi. Kami menginap dan menghabiskan weekend di sanathumb up lupine.

*   *   *

Hari itu pas mau berangkat kebetulan Romo Kun masih ada urusan, alhasil rombongan di bagi 2. Rombongan pertama berangkat duluan siang hari. Sementara saya, Inyul dan Mbak Tyas nyusul nebeng mobil Romo berangkat agak sorean. Setelah mampir ke supermarket beli sekardus mie, sekardus air minum,  dua plastik gorengan menempuh perjalanan berliku dan sedikit berbatu kurang lebih 2jam akhirnya kami sampai di TKP. Tapi sayang sekali saat sampai di TKP itu sudah petang, sekitar jam setengah 6 sore, jadi nggak sempat lihat sunset, sementara rombongan pertama sudah jalan-jalan dan main-main di pantai dan foto berikut ini hasilnya:

Rombongan pertama, backgroundnya itu pantai Sadranan, sepiiithumb up lupine

(Mba X-Tie, Ari, Mba Yihayihi, Mas C, Mas Adi, Mas Niko, MG, photo taken by Mas Anto)

Petang itu setelah melihat-lihat sekilas pantainya kami lanjut bongkar muatan. Oya di Sadranan ini ada penginapan yang bisa disewa. Waktu itu kami menyewa 2 kamar. Isinya single bed dan ada kamar mandi dalamnya tapiiii aliran air dari kerannya sangat kecil, entah berapa jam dibutuhkan agar bak bisa penuh dan bisa buat mandi. Untungnya di luar banyak kamar mandi umum.

Penginapan Sadranan

Ini foto penginapannya (sumber: gudeg.net)

Beranjak malam, kami pun mendirikan tenda(punya Romo),  membuat api unggun, membakar jagung sambil memutar lagu. Kebetulan di sebelah kamar yang kami sewa ada semacam pendopo. Di pendopo itu ada speaker nganggur, alhasil kami memutar lagu keras-keras.  Udah berasa pantai punya sendiri deh pokoknya. Pendoponya cukup luas lho. Jadi pantai ini recomended juga kalau mau dijadikan tempat malam keakraban (makrab), inisiasi, dsb.
013-001

Romo Kun memberi tanggapan saat sharing

Setelahnya kami ganti membakar ayam untuk makan malam. Usai makan malam bareng, Romo mengajak kami semua berkumpul, duduk berkeliling untuk sharing. Sharing apa saja unek-unek kita untuk kemudian ditanggapi oleh semuanya. Satu persatu dari kami mulai bercerita. Ada cerita sedih, ada yang bikin janji ada yang sharing pengalaman, macem-macem *Jadi ingat janji saya waktu itu….Ahsudahlah :-p * Sungguh saya nggak menyangka acaranya bakal serius begitulol lupine . Tapi memang justru itu yang berkesan dan membuat camping kami bukan sekedar camping.

Selesai sharing kami nyantai dekat api lagi, karena udaranya cukup dingin. Dingin karena angin pantai yang cukup lebat. Dan meski sudah hampir tengah malam, saat-saat itu terlalu sayang kalau dilewatkan dengan tidur. Kami pun memilih pergi ke pantai. menggelar tikar di pasir. Menikmati deburan ombak, sinar bulan,  makan snack diiringi iringan gitar. Sempurna! *halah*

Setelah rada-rada masuk angin puas kami baru pergi tidur dan itu sudah jauh lewat tengah malam. Meski kami menyewa 2 kamar, akhirnya kamar itu tidak terpakai karena kami semua memilih tidur beralaskan tikar di lantai teras penginapan walaupun dinginnya minta ampun. Keesokan harinya kami bangun pagiii tentu saja untuk menyambut sunrise, main-main lagi di laut dan jalan-jalan ke bukit sekitarnya🙂. Di bukit sebelah barat pantai ada bekas bangunan yang tinggal puingnya saja. Dari situ bisa melihat pemandangan sekitarnya.

Pagi agak siang setelah kami semua selesai mandi dan sarapan, Romo mengadakan misa(sembahyang). Saya nggak nyangka bakal misa di pantai juga. Empat teman yang non-katolik lalu berjalan-jalan ke pantai sekitar sembari menunggu kami selesai misa. Dan setelah saya lihat di foto, pantai di sekitar Sadranan tak kalah baguuus, ini dia:

Pantai Sundak yang jauh lebih ramai

Mas C *nggak tau beneran mancing atau acting*

M.G. *background karangnya baguuuus*

Begitulah pengalaman saya menginap di pantai Sadranan. Pulangnya kami sempatkan mampir ke Gua Maria Tritis juga tapi cuma sebentar karena sudah pada tepar🙂.

Datang ke Pantai Sadranan ini rasanya sangat menyenangkan sampai saat itu saya berharap bisa kembali datang lagi. Dan Tuhan mengabulkannya, 4 bulan kemudian saya ke Sadranan lagi bersama rombongan yang berbeda.

*Selain foto penginapan, semua foto adalah hasil jeprat-jepret kami selama di Pantai Sadranan. Teman, Mbak, Mas maaf memajang wajah kalian tanpa izin, peace, love & gaul yaaawink lupine*

.:: Auf Wiedersehen

24 comments

    1. Kl sekarang sdh rame Mas Chris (dgr dr tmn). Sudah populer dan byk wisatawan yg datang..apalagi kalau musim liburan dan weekend, banyak yg camping di sini🙂

    1. Aww Welcome Mbaa!
      Oh nggak bisa..udah bagus fotonya, backgroundnya jelas memperlihatkan pantai :p
      Ngapain searching Sadranan? mengenang masa lalu yaak? ^^v

      1. Yuhuuuy! iya ke kos ya Mba..wkwkwk sorry bgt soal titipannya😀
        Byk pantai di sekitar2 yg bagus jg Mba..kl Sadranan udah ramee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s