Martabak HAR Jogja

Di jalan Affandi (dulunya bernama Gejayan) Jogja, ada warung martabak  bernama MARTABAK HAR dengan embel-embel “sejak 7-7-1947” plus foto seorang kakek tua. Dan embel-embel tersebut berhasil membuat saya penasaran. Martabak kaya apa sih itu? Kalau sudah ada sejak 1947 pasti ada yang istimewa donk? terus itu kakek siapa yang nampang di situ?thinking lupine

Lalu saya pun mencari tahu dan “woalaaah!” ternyata martabak HAR ini adalah salah satu kuliner khas dari daerah Palembang. Selama ini saya cuma tahu Palembang = empek-empek joking lupine. HAR adalah singkatan dari Haji Abdul Razak, perantau dari India yang menikah dengan gadis Palembang dan mengembangkan usaha dengan berjualan martabak. *OK, terjawab sudah siapa sebenarnya si kakek itu*. Usahanya berlanjut hingga saat ini dan telah memiliki gerai di luar Palembang.

Saya sempat ngobrol juga sama seorang teman yang asli Bengkulu soal martabak ini, ternyata dia pernah mencicipinya di Sumatra sana dan mengiyakan kalau martabak HAR ini memang ngetop di Sum-Sel. Ujung-ujungnya kami sepakat untuk pergi bareng untuk mencicipi martabak HAR jogja. Saat itu kami datang ke TKP di atas jam 9 malam dan untung saja masih buka.

Setelah melihat-lihat menu, saya pun memesan martabak telor bebek dan teman saya memesan martabak telor ayam. Selain martabak, ada juga menu lain seperti Nasi Briyani(kata waiternya semacam nasi rempah), Kambing goreng, Kambing bumbu cabe, Ayam Goreng, dan Malbi(semur daging). Kalau minumannya hanya ada 3 macam yaitu es teh, es jeruk dan es kacang merah.

Kebanyakan martabak biasanya dibuat dari adonan kulit martabak yang diisi telur yang sudah dikocok bersama daun bawang dan potongan daging. Namun martabak pesanan saya ini beda. Tanpa daun bawang dan daging, telurnya diceplok di atas kulit martabaknya . Jadi tekstur kuning dan putih telutnya masih terlihat. Seperti empek-empek kapal selam(tanpa aroma ikan) tapi versi tipis dan lebar, begitulah kira-kira. Istimewanya, martabak ini disajikan bersama kuah kari dan sambal kecap-rawit.

Kuah kari ini adalah kari kentang dengan aroma kambing yang kuat, disajikan dalam piring terpisah. Kata teman saya, ada yang disajikan dalam satu piring (kuah karinya disiram ke martabak).

Martabak Telor Bebek

Martabak Telor Ayam

Rasa martabaknya enak, meskipun cenderung tawar *teman saya yang standar keasinnya di atas rata-rata bahkan meminta garam ke pelayan*. Namun kalau dimakan dengan kuah karinya rasanya pas. Apalagi ada sedikit potongan daging kambing dan aroma kambingnya kuat *Aaaah saya suka daging kambing!*eat-lupine.

Btw, kalau ingin martabak yang berisi daun bawang dan juga daging, bisa pesan Martabak Spesial.

Well, buat wong kito galo yang ada di Jogja mungkin bisa jajan bak di kampung halaman dengan menikmati martabak ini. Bagi yang ingin mencoba martabak dengan cita rasa semi India, martabak ini solusinya.

.:: Auf Wiedersehenwink lupine

6 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s