Dieng 2011

Belakangan ini banyak stasiun TV yang memberitakan peningkatan aktivitas kawah Timbang, salah satu kawah Dieng.  Dikabarkan juga bahwa hal ini dikhawatirkan menurunkan kunjungan wisatawan. Namun yang kurang diberitakan adalah bahwa kawah Timbang ini lokasinya 19 km dari Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng *hasil baca kompas online*.  Jadi sebenarnya (sampai saat postingan ini ditulis) KWDT Dieng masih aman dan terbuka bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan yang indah dan mempesona itu. Saya bisa mengatakan kawasan ini indah dan mempesona karena saya sudah membuktikannya 2 tahun lalu, tepatnya Minggu 13 Februari 2011 *bukti jadullol lupine*

Waktu itu saya ditawari ikut pergi ke Dieng oleh Mas Neeco yang sebelumnya diajak Mas Tono dan Mbak Sekar *Makasih Mas n Mbawink lupine*. Kami nggak cuma berempat karena teman-teman Mas Tono juga tergabung dalam rombongan.

Saya agak terkesan pada teman-teman Mas Tono yang ternyata adalah orang-orang yang sudah terbiasa touring *apa ya sebutannya? Touringers?*. Nampak sekali saat kami mau berangkat. Motor ‘cowok’, jaket tebal, sepatu boot, really prepared! Nggak seperti saya yang seperti mau pergi ke dusun sebelah saja. Sebelum berangkat pun kami briefing, yang ditunjuk sebagai leader menjelaskan beberapa sign yang biasa digunakan rombongan touring saat di perjalanan.

Pagi-pagi sekitar jam 6 kami mulai berangkat menuju Wonosobo melalui Magelang, Purworejo dst. *saya lupa jalurnya*.

Magelang berpasir, dampak erupsi Merapi

Saat melewati Magelang (berpasir, dampak erupsi Merapi)

Perjalanan mengandalkan GPS yang diperkirakan 4 – 5 jam ternyata menjadi lebih dari 5 jam. Salah satu sebabnya adalah satu motor di rombongan kami bannya bocor 2 kali *dan ini adalah motor di mana saya mbonceng di atasnya joking lupine*

Agrowisata tambi

Lokasi ban bocor #2, Agrowisata Tambi

Selesai tambal ban, melanjutkan perjalanan, akhirnyaaa kami sampai juga di gapura kawasan wisata Dieng.

Gapura Dieng Plateau Area

Gapura Dieng Plateau Area

Rombongan kami

Rombongan kami

Waktu sampai di gapura ini kami istirahat sebentar. Saat itu saya lega dan excited karena sudah mau sampai. Padahal kenyataannya kawasan wisatanya masih cukup jauh dari gapura *Gapura PHP-Pemberi Harapan Palsu*.sleep lupine

Kawasan wisata Dieng memiliki banyak lokasi wisata. Setelah melewati gapura, lokasi pertama yang kami singgahi adalah kawah Sikidang.

Gerbang masuk Kawah Sikidang

Gerbang masuk Kawah Sikidang

Loket Masuk
Yumm!

Yumm!

Setelah melalui gerbang masuk Kawah Sikidang dan parkir, kami menjajah warung sekitar dan duduk manis di satu warung lontong dan gorengan. Selain makanan, banyak juga warung di sini yang menjual oleh-oleh khas Dieng, buah carica, dan bunga Edelweiss.

Perut sudah kenyang, saatnya tidur mengeksplor Kawah Sikidang. Tempatnya tandus, ada kolam yang masih mendidih mengeluarkan asap dan kadang tercium bau menyengat belerang. Tapi tempat ini punya keunikan yaitu lubang keluarnya gas yang berpindah-pindah karena proses alam. Karena hal itu juga tempat ini dinamakan Kawah Sikidang, kawahnya berpindah-pindah, seakan melompat seperti kidang(kijang dalam bahasa jawa ).

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

:D

😀

Karena waktu kami terbatas, kami nggak berlama-lama di Kawah Sikidang *lagian nggak betah juga sama bau belerangnya*. Kami pun menuju lokasi wisata selanjutnya. Telaga Warna.

Telaga Warna

Telaga Warna

Dinamakan telaga warna karena kadang memunculkan warna berbeda seperti biru, ungu dan hijau. Sejauh yang saya lihat saat itu sih warnanya hijau. Tapi pemandangan pohon dan rerumputan hijau dengan telaga jernih di tengahnya ini memang indah.

Telaga Warna

Telaga Warna

Perjalanan lalu berlanjut ke Gua Semar dan Gua Sumur dan tempat ini mengakhiri perjalanan kami.

Di perjalanan pulang, kami mampir menikmati kuliner khas Wonosobo yaitu Mie Ongklok. Mie dengan sayuran yang disiram kuah kental dan kuah bumbu kacang disajikan dengan sate. Sebelum disajikan, mienya diongklok-ongklok (dicelup-celup) dahulu di air mendidih. Banyak warung Mie ongklok, tapi yang kami cicipi tempatnya ada di jalan Pasukan Ronggolawe no 14 Wonosobo, namanya Mie Ongklok Longkrang. Warung ini kabarnya adalah warung mie ongklok yang tenar. Rasanya memang enak sih dan meski tidak mewah tempatnya sangat ramai.

Mie Ongklok Longkrang

Mie Ongklok Longkrang

Mie Ongklok Longkrang

Meski lebih lama di perjalanan daripada di tempat wisatanya dan cukup melelahkan, tapi menikmati pemandangan Dieng adalah pengalaman yang mengasikkan. Buat yang suka dengan wisata alam dataran tinggi, silakan berkunjung ke Dieng, Jawa Tengah.thumb up lupine

.:: Auf Wiedersehen😀

9 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s