Cafe Gerobakku

Kamis pertama bulan Maret 2013 lalu, saya nongkrong bersama Nunagallo dan Mba Marragreth, teman seperjuangan sewaktu kerja part time dahulu. Dengan niat mau menikmati sore sambil ngobrol-ngobrol dan makan, akhirnya kami memutuskan pergi ke Cafe Gerobakku di Jalan Cempaka no 7, Deresan, Jogja(Sebelah barat percetakan Kanisius).

Saat itu kami datang sore hari sekitar jam 5, siap dengan plan B kalau-kalau tempat ini sudah tutup karena Gerobakku memang cuma buka sampai sore hari. Beruntung saat kami datang Gerobakku masih buka. “Mungkin sekarang buka sampai malam” pikir saya saat itu. Tapiii ternyata keberuntungan kami hanya sesaat dan pikiran saya nggak benar, 15 menit setelah kami duduk, gerobakku menunjukkan gejala mau tutup *sigh*. Agak bete juga sih, karena niatnya mau nongkrong lama, mending tadi kami di kasih tahu aja kalau memang sudah mau tutup. Okelah, nasi sudah menjadi bubur ayam, jadi dinikmati saja🙂 Kami tetap saja makan(dan foto-foto) dengan santainya walaupun kursi dan meja di sekitar kami sudah di beresi dan Mbaknya sudah nampak mengharapkan kami segera enyah selesai makan.

Didipy cafe yang lebih akrab disebut cafe Gerobak atau Gerobak-ku ini sejatinya adalah teras dan halaman rumah yang dijadikan cafe oleh pemiliknya. Dinamakan cafe gerobak kayaknya karena bagian dapurnya didesign seperti gerobak. Suasana tempat ini nyaman, asri dan sejuk karena ada pohon dan banyak tanaman.

Cafe gerobakku

*udah tutup, tapi kami tetep santai makan tanpa dosa*

*udah tutup, ditungguin mbaknya tapi kami tetep santai makan tanpa dosa*

Untuk menu, Gerobakku menawarkan menu yang cenderung western seperti Italian rice, spaghetti, fruit salad, sandwich, dan cheestart. Sedangkan minuman andalannya adalah aneka jus dengan harga yang sangaat terjangkau. Harga minumannya 1000-7000 rupiah, sedangkan makanan mulai 4.500 rupiah. Dan bagi yang nggak terlalu klik dengan menu western tadi bisa memilih siomay, batagor, bakso bakwan atau nasi goreng merah.

Dulu saya sudah pernah ke sini, pesen spaghetti padahal menu favorit di sini kayaknya adalah poffertjes, kue khas Belanda yang dari bahannya mirip dengan pancake tapi bentuknya bola-bola kecil. Kuenya lembut dan cocok dijadikan cemilan. Di Gerobak-ku, ada 3 varian topping poffertjes yang ditawarkan yaitu gula halus, coklat, dan keju. Kali ini saya nyoba poffertjes topping coklat sementara dua temen saya pesen yang keju. Untuk minumnya kami pesan jus jeruk, jus alpukat dan vanilla

poffertjes  coklat

poffertjes coklat

Poffertjes Keju

Poffertjes Keju

Salad Buah

Salad Buah

Kami juga pesen salad buah dan saya (dan sepertinya juga 2 teman saya) lumayan kecewa sama salad buahnya. Buah yang dipakai itu semangka, apel dan pisang kombinasi yang menurut saya nggak lazim untuk salad(terutama pisangnya!). Dan sausnya yoghurt super asam bikin salad ini nggak tertolong dan alhasil kami menyisakannya😦 Mungkin akan lebih baik kalau kombinasi buahnya diperbaiki.

Sebenernya tempat ini sangat cocok buat nongkrong tapi yah karena udah mau tutup akhirnya kami cuma sebentar di sini dan terpaksa pindah ke tempat lain karena masih mau ngobrol-ngobrol. Tempat nongkrong selanjutnya saya bahas di postingan lain saja *lumayan buat nambah jumlah postingan hahaha*

.:: auf Wiedersehen😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s