Let’s Play Darts!

Setiap orang pasti punya benda kesayangan. Entah karena benda itu langka, mahal dan up to date, memiliki kenangan tersendiri atau karena benda itu masih kreditan jadi harus disayang-sayang..

Saya pun begitu, dan kali ini saya pengen berbagi tentang salah satu benda kesayangan saya dan benda itu adalah…….Dartboard! ^^

I got it from my brothers -dua orang yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Ini adalah kado dari mereka di ulang taun saya taun 2009. Sebelumnya saya memang pengen banget punya dartboard. Jadi waktu mendapat hadiah ini, saya merasa mereka ini seperti jin lampu baik hati, yang bisa mengabulkan permintaan saya.. *Thank You*

Entah kenapa saya ngrasa kalo dartboard adalah benda yang keren. Saya nggak ngerti prosedur mainnya, yang saya tahu saya harus memanah dart biar tepat mengenai tengah papan. Saat itu yang ada di pikiran saya hanyalah kalau punya dart pasti asik, bisa buat pelampiasan emosi kalau pikiran atau hati lagi nggak keruan.

Dan memang begitulah jadinya, dartboard itu slain jadi pajangan di tembok kamar saya, berfungsi juga jadi sarana katarsis. Cara orang meredakan emosi kan sendiri-sendiri yah? ada yang suka curhat, mecah-mecahin barang, nulis, teriak-teriak. Kalau saya ya kadang dengan main dart ini.

Cuman kayaknya nggak bijak juga kalau punya dart tapi cuma buat sarana pelampiasan emosi. Karenanya saya lalu mencari tahu gimana cara main dart yang sewajarnya.

Sekarang saya sudah tahu gimana prosedur permainannya. Meski begitu saya jarang sekali main nurut prosedur itu. Lebih suka lempar-lempar semaunya.

Berikut ini saya mau sharing soal dart dan aturan mainnya. Ada berbagai macam permainan dart tapi yang saya share di sini adalah permainan Zero-One.

Dart merupakan permainan mengarahkan panah-panah kecil (dart) ke target di papan bundar (dartboard). Β  Papan tersebut memiliki lingkaran angka 1 – 20 sebagai penunjuk skor yang kita dapat. Dalam bermain zero-one, pemain tidak mengumpulkan skor dan mengambil pencapai skor tertinggi sebagai pemenangnya tapi justru menggunakan azas First to zero wins! Jadi sebelumnya telah ditetapkan skor awal sesuai kesepakatan pemain, biasanya 301, 501, 701, 901 atau 1001 *dapet polanya? yup! bilangan yang belakangnya 01*. Kemudian skor awal tersebut kita kurangkan dengan skor yang kita kumpulkan lewat permainan hingga jumlahnya = nol. Jadi siapa yang lebih dahulu mencapai nol, dialah pemenangnya.

My Dart & Dartboard

My Dart & Dartboard

Mari kenalan dulu sama dartboard dan layoutnya. Setiap dartboard pada dasarnya sama, memiliki angka 1 – 20 di pinggiran papan yang disusun tidak berurutan. Dartboard digantung di ketinggian 1,7meter dari lantai dan 2,3 meter di depan pemanahnya. Tapiii tentu saja kita bisa menyesuaikannya sendiri. *Ampun aja saya kalau nurutin aturan itu, tinggi badan saya aja nggak nyampe 1,7meter. Bisa jinjit-jinjit saya nanti*.

Lanjut mengenai bagian-bagian dartboard dan scoring:

Dartboard

Dartboard

1. Bullseye. Di bagian paling tengah dartboard ada area lingkaran yang disebut bullseye dan terbagi menjadi 2 bagian. Bagian yang berwarna hijau disebut bull atau single bull, sedangkan bagian berwarna merah disebut double bull. Bagian ini juga digunakan sebagai penentu giliran pemain. Di awal permainan, para pemain melemparkan dartnya masing-masing. Pemain yang dartnya paling dekat dengan double bull mendapat giliran lebih dahulu.

Bullseye

Bullseye

*Jika dart menancap di area hijau bullseye (single bull) skornya 25 poin.

*Jika dart menancap di area merah bullseye(double bull) skornya 50 poin.

Btw, bullseye dartboard saya rada aneh, selain kawatnya nggak presisi, bagian merahnya(double bull) juga susaaah sekali ditancapi dart, jadi jarang sekali dart yang saya lempar bisa nancap di double bull.

2. No Score Area. Yaitu area berwarna hitam tempat angka 1 – 20 tertulis.Β  Jika dart mendarat di area ini, pemain tidak mendapat poin. Begitu juga kalau dartnya sama sekali tidak menancap di papan dart (misal nancap di tembok, gorden, jidat pemain lain dsb.)

3. Single Segment. Ini adalah area berwarna hitam dan putih di dartboard. Kalau dart mendarat di area ini, poinnya = angka yang mewakili area tersebut.

Black Single Segment

Black Single Segment

*Contoh pada gbr di atas : skornya = 18 poin.

white single Segment

White Single Segment

White Single Segment

White Single Segment

* Contoh pada gbr di atas : skornya = 17 poin.

4. Double Segment. Ini adalah area sepanjang lingkaran merah dan hijau yang terluar. Kalau dart menancap di area ini, skor yang ditunjukkan angkanya dikalikan dua.

Double Segment

Double Segment

Double Segment

Double Segment

*Contoh pada gbr di atas(kiri): skornya = 13 x 2 = 26

*Contoh pada gbr di atas(kanan): skornya = 4 x 2 = 8

5. Triple Segment. Merupakan area sepanjang lingkaran merah dan hijau yang terdalam. Kalau dart menancap di area ini, skor yang ditunjukkan angkanya dikalikan tiga.

triple Segment

Triple Segment

Triple Segment

Triple Segment

*Contoh pada gbr di atas(kiri): skornya = 4 x 3 = 12

*Contoh pada gbr di atas(kanan): skornya = 13 x 3 = 39

Poin maksimal yang didapat seorang pemain adalah 180 yaitu saat ketiga dartnya menancap di triple poin dengan angka 20.

Skor Maksimal

Skor Maksimal

Begitulah kira-kira cara bermain dart yang nggak asal lempar.

Oya dartboard saya ini bolak-balik. Di sebaliknya berwarna hitam putih seperti semacam papan panahan. Saya belum cari tahu aturan mainnya.

Segitu saja deh tulisan saya kali ini. <– *kebiasaan!nggak punya kalimat penutup yang bagus*

.:: Auf wiedersehen

7 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s