The House of Raminten

Kisah kuliner kali ini merupakan bagian dari liburan Natal saya yang bertema “4 hari bersama Mbak @yihayihi di Jogja”. Hari pertama, 22 Desember 2012, setelah rencana ke pantai dibatalkan kami memutuskan untuk ke House of Raminten bersama Mbak Iphent dan Mbak Indra. Yuhuu!crazy monkey 115 Akhirnya saya ke House of Raminten juga. Sekarang kadar “nggak-gaul” saya jadi agak berkurang dehcrazy monkey 068. Meski sudah cukup lama di Jogja dan suka mencicipi makanan baru, saya memang belum pernah sama sekali ke House of Raminten padahal House of Raminten(selanjutnya saya sebut Raminten saja biar akrab singkat) merupakan destinasi wisata kuliner yang termasuk patut dikunjungi selagi di Jogja. Tempat ini memang unik, menarik dan cukup terkenal. Pemiliknya adalah orang yang juga merupakan pemilik “Mirota Batik”, toko cendera mata Jogja superlengkap-dan juga terkenal- yang ada di Malioboro. Berikut ini adalah penampakan beliau..

Penampakan Raminten

Penampakan Raminten

Nyentrik kan? Separuh pria separuh wanita gitu..Raminten ini merupakan tokoh di sitcom yang ditayangkan stasiun TV lokal Jogja, saya sendiri sih belum pernah nontoncrazy monkey 140.

House of Raminten bisa dibilang merupakan resto semi cafe semi angkringan*pokoknya gitu deh ya*. Konsep tempat ini tradisional, Njogjani(sangat Jogja) tetapi funky. Di bagian depan ada kereta kencana, sesajen, ada juga “area sabar”, ini adalah area berupa deretan kursi biru persis kursi buat nunggu kereta di stasiun. Area tsb, diperuntukkan bagi pengunjung yang ngantri tempat. Ada juga tulisan di dinding berbunyi “Kami ini semua lulusan ‘SLB’ kalau agak lama harap maklum karena kami kenthir“. Tapi untunglah saat itu kami  nggak perlu menunggu dan duduk di area itu karena kami datang di siang bolong dan kebetulan sedang tidak ramai.

Setelah disambut oleh wangi dupa, akhirnya kami disambut oleh pelayan yang kemudian mengantar kami untuk menempati tempat lesehan di semacam pendopo kecil. Lesehan di sini agak berbeda, bukan duduk di tikar tapi duduk di kursi tanpa kaki yang memiliki sandaran. Pernak pernik khas Jawa dan barang antik banyak menghiasi tempat ini. Terdengar juga alunan gendhing(lagu) Jawa yang semakin menciptakan kesan tradisional di Raminten.

Lesehan di Raminten

Lesehan di Raminten

Kesan tradisional juga terlihat dari para waiter yang mengenakan jarik dengan atasan rompi hitam dan para waitress yang mengenakan jarik dan kemben *Raminten terkenal dengan waitress yang berkemben ini nih* . Namun ada sedikit sentuhan modern dari para pelayan yang menggunakan mic wireless untuk keperluan pencatatan menu pesanan pengunjung.

Beberapa menu yang ada di Raminten sebenarnya hampir sama dengan menu yang ada di angkringan yaitu Nasi Kucing dengan berbagai macam gorengan dan sate. Ada juga rawon, brongkos, gudeg, nasi liwet dan nasi goreng. Namun tentu saja ada menu lain yang khas Raminten. Menu-menu khas itu bisa dilihat dari namanya yang unik seperti wedang gajah ndekem, jus purworukmi, es melonkolis, susu prawan tancep, jus konde ratu, ayam koteka dan lain-lain. Untuk bentuk dan komposisi menu khas ini saya sarankan bertanya dulu ke pelayan sebelum memesannya karena di dalam buku menu nggak ada penjelasannya.

Saat itu kami berempat memesan Gudeg, Ayam Koteka, Ayam goreng, Teh Susu, Es Melonkolis, Tahu seafood, Es Kelapa muda dan juga Es krim. Saya juga menambahkan Es Jamu Kusam(Kunyit Asam) di daftar pesanan lantaran saya sedang dismenore saat itu😀

Ayam koteka itu pesanan saya..hihihi  crazy monkey 190 tadinya saya memesan sego ijo dan brongkos tapi ternyata habis. Ayam koteka ini ternyata adalah ayam yang dicampur dengan cincangan tahu disajikan dengan sambal hijau dan diletakkan dalam wadah bambu. *silakan lihat fotonya saja ya, klik pada foto utk versi agak besarnya *

Nah kalau es melonkolist adalah es krim coklat dan strawberry yang ditaruh di atas wadah berupa irisan separuh buah melon. Kalau mau makan buah melonnya agak susah soalnya harus dikeruk dan mengeruk buah melon nggak segampang mengeruk buah kelapa.

Ada lagi yang unik, yaitu pada menu Teh Susu. Menu ini disajikan dengan wadah unik berbentuk emmm…silakan liat fotonya saja deh. Sedangkan untuk menu es kelapa muda, yang unik adalah gelasnya yang besar dan tinggi menjulang, porsinya cocok buat pasangan yang ingin segelas berdua atau seseorang dengan daya minum bak unta.

Oya, yang saya kunjungi ini adalah Raminten di Jalan FM Noto no 7 Kotabaru. Ada 2 Raminten lagi yaitu di Malioboro(di lantai paling atas Mirota Batik) dan di daerah Mlati, Jalan Magelang km.9

Setelah makan di Raminten, kami berempat pergi karaoke. Sesudah karaoke,kami makan lagi..dan mungkin akan saya ceritakan lain waktu..

.:: Auf Wiedersehen

8 comments

    1. iya..nama menunya agak susah dimengerti..

      haha lucu2an semacam itu daya tariknya..smw menu yg ada susu-nya(susu coklat, es susu, STMJ ) wadahnya begitu lho Mas..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s