Rurouni Kenshin 2012 (Live Action)

Rurouni Kenshin Meiji Kenkaku Romantan (Meiji Swordsman Romantic Story) alias Rurouni Kenshin atau lebih dikenal dengan Samurai X merupakan anime/manga yang cukup populer dan banyak diidolakan orang. Serial anime dengan tokoh utama samurai berambut merah panjang dengan bekas luka seperti huruf “X” dipipinya ini pernah tayang di stasiun TV di Indonesia beberapa tahun silam.

Kini selain dalam bentuk manga dan anime, Rurouni Kenshin hadir dalam Live Action Film yang telah rilis di Jepang pada Agustus 2012. Meski kabarnya film ini akan dirilis secara internasional, nyatanya film ini nggak ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. *yah terkadang Indonesia memang nggak termasuk dalam “internasional” nah crazy rabbit*. So, kalau mau nonton film ini harus bersabar menunggu versi DVD (yang akhirnya rilis 26 Desember 2012 lalu) atau nonton dari hasil download. Dan hari ini saya berkesempatan nonton dari hasil download-an temen sayahappy dancing crazy rabbit.

Rurouni Kenshin Live Action

Rurouni Kenshin Live Action

Sebenernya saya bukan penggemar Rurouni Kenshin yang tahu mendalam tentang seluk beluk ceritanya, bahkan saya belum pernah membaca manganya. Saya hanya pernah nonton serial animenya di TV waktu saya masih anak-anak itupun nggak kontinyu sehingga kini saya sama sekali nggak ingat ceritanya. Oleh karena itu saya nggak berkompeten untuk membandingkan antara manga, anime dan live actionnya. Saya hanya ingin sharing tentang versi live actionnya saja.

* * *

Himura Kenshin adalah samurai pembunuh legendaris. Julukannya adalah “Hitokiri battosai” alias battosai pembantai karena kemampuan membunuhnya yang sangat hebat(sejak umur 10 tahun Kenshin sudah jadi samurai pembunuh). Pada era Meiji, Kenshin memutuskan “pensiun” sebagai pembunuh dan menjalani hidup sebagai pengembara. Ia berjanji tidak akan membunuh lagi. Katana (pedang) yang selalu dibawanya kini adalah pedang bermata terbalik, pedang yang sisi tajamnya ada di bagian yang berlawanan dengan pedang pada umumnya. Pedang tsb. tak akan bisa dipakai untuk membunuh orang.

Suatu ketika Kenshin singgah di Tokyo dan bertemu dengan Kamiya Kaoru gadis pemilik dojo(perguruan beladiri) dan ia pun tinggal di dojo tersebut. Di tempat itu pula Kenshin mengenal seorang anak lelaki bernama Yahiko dan Sanosuke si lelaki bersenjata golok besar. Di saat yang sama, Tokyo sedang ramai oleh pembunuhan membabi buta yang dilakukan Udo Jin’e, Hitokiri Battosai palsu musuh besar Kenshin. Masalah lain hadir dari Takeda Kanryu yang satu komplotan dengan Udo Jin’e. Takeda adalah  pengusaha licik yang memperalat Megumi dan memanfaatkan kemampuan medis Megumi untuk memproduksi opium. Pada suatu saat, Megumi melarikan diri dari Kanryu lalu tidak sengaja bertemu Yuhiko dan ia pun akhirnya menetap di dojo milik Kaoru. Perkelahian pun dimulai saat Kanryu menginginkan Megumi kembali. Kenshin dan Sanosuke datang ke markas Kanryu untuk menyelamatkan Megumi. Namun bersamaan dengan itu Udo Jin’e menyandra Kaoru, melukai Kaoru, ‘memaksa’ Kenshin ‘berubah’ kembali menjadi battosai pembunuh jika ingin menyelamatkan Kaoru.

* * *

Ada esensi cerita yang menarik bagi saya di film ini yaitu mengenai asal muasal dua goresan bekas luka yang membentuk huruf “X” di pipi Kenshin. Dari beberapa referensi yang saya baca, nampaknya ada banyak versi asal-usul bekas luka ini. Dalam film ini diceritakan bahwa goresan pertama luka tersebut berasal dari samurai muda yang ia bunuh. Sedangkan goresan kedua berasal dari istri samurai yang ia bunuh tersebut.

Berikut ini beberapa scene capture yang (saya anggap) menarik di film ini *gomen karena cuma scene-nya si Takeru Sato (pemeran Kenshin) doank teehee crazy rabbit*

Kalau ini saya suka sama settingnya..

Kenshin & Megumi waktu ngobrolin masa lalu kelam mereka
*Ini juga saya suka settingnya😀 *

 

5

Yang ini saya suka efek keringatnya..kekekeke

Kenshin saat mengembara

Kenshin saat mengembara

Hal lain yang saya suka dari film ini adalah nuansa Jepang tempo dulu yang kental. Backsound filmnya juga bagus-bagus. Adegan perang dan perkelahian yang cepat pun menjadi daya tarik sendiri bagi saya. Namun film ini hampir tidak menyelipkan unsur komedi di dalamnya *atau mungkin sayanya saja yang nggak bisa nangkep humor film ini*.

Akting dari para pemain film ini juga tidak mengecewakan, apalagi para tokohnya asli Jepang. Bukan artis bule seperti pada Live Action Dragon Ball atau Avatar Ang. Dan bagi orang yang kurang suka menikmati film dengan adegan berdarah-darah (seperti saya), film ini masih bisa ditoleransi kok *Kebangetan namanya kalau ngarepin film samurai tanpa memperlihatkan darah sama sekali*.

.:: Auf Widersehen…eh, Sayonaraa

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s