Hari (Ultah) Ibu

Hari ini 20 Desember dan lusa adalah hari Ibu karena itu saya mau nulis sesuatu tentang Ibuserenade onion head. Saya nulis sekarang soalnya saya nggak yakin tanggal 22 Desember besok saya bisa nulis *eaa sok sibuk*.

Ini memang bukan tentang Ibu dan hari Ibu sih sebenernya, tapi tentang Ibu saya di Hari Ultahnya bulan Agustus lalu. Saat itu kebetulan saya berada di rumah karena sedang menikmati libur lebaran. Libur lebaran yang memang sengaja saya perpanjang semena-mena demi melewatkan ultah Ibu bersama anggota keluarga yang lain. Dalam rangka itu pula, saya bersama kedua adik saya (Ria & Iyas) berencana membuat surprise dengan menyiapkan kue ultah berlilin dan kado buat Ibu secara patungan. Patungan berazas “yang tua ngalah” dengan perbandingan iuran sulung:tengah:bungsu = 50%:30%:20%sweating onion head. Kemudian saya dan Ria pergi membeli kado & roti sementara si bungsu bertugas sebagai mata-mata yang mengawasi keberadaan Ibu di rumah.

Kami berdua lalu ngacir dari rumah dengan alibi mau jalan-jalan ke pantai. Kenyataannya kami memang ke pantai juga sih relax1 onion head. Nah, setelah dari pantai itu baru kami nyari kado. Saya bingung mau ngasih apa ke Ibu, adik saya jauh lebih bingung. Dan karena sadar umur, maka sayalah yang harus memutuskan. Dan diputuskanlah untuk mencarikan baju atasan buat Ibu. Kemudian kami mendatangi toko baju yang terbilang cukup lengkap di Pemalang, semacam toserba. Setelah keliling toserba kami malah desperado karena nggak melihat satupun baju yang cocok menurut pandangan kaminonono onion head. Kalaupun ada yang cocok, itu adalah baju atasan batik yang misalnya jadi kami beli, kami yakin bakal banyak komentar yang keluar dari mulut Ibu karena pada dasarnya kami tahu persis bahwa selera Ibu kadang berbeda jauh dengan kami, anak-anaknya.

Kami berdua lalu beralih tujuan ke toko alas kaki, alternatif kado kalau nggak nemu baju yang cocok. Ternyata hasilnya juga nihil sehingga kami memutuskan kembali memasuki salah satu toko baju. Dan akhirnyaa cheer2 onion headkami berdua menemukan baju yang sepakat untuk kami beli. Atasan warna biru lembut.

Setelah itu kami beralih ke toko roti. Memilih dan membeli satu dari beberapa roti tart yang ada. Sebenernya agak kepaksa milihnya karena warna tartnya ngejreng2 banget embarrassed3 onion head.

 Kue Ultah Ibuku

Kue Ultah Ibuku

Kado sudah, roti sudah. Saatnya pulang. Sebelum pulang, kami menghubungi Iyas yang kami jadikan mata-mata di rumah. Setelah mendapat konfirmasi dari Iyas bahwa Ibu sedang di luar, kami bergegas pulang, lalu mengajak Babe buat ikutan  menyiapkan surprise.

Happy B'day Mom! :-*

Happy B’day Mom! :-*

Saat Ibu pulang ke rumah kami berkumpul mengajukkan tart berlilin untuk ditiup Ibu setelah ritual “make a wish”, lalu kue pun dipotong dan di bagi. Potongan pertama sudah jelas buat Babe(yaiyalah). Untuk potongan selanjutnya biar adil kami disuruh ambil sendiri-sendiri hahaha. Tibalah saat menyerahkan kado yang nggak sempet kami bungkus itu*Anak2 nggak sopan*. Setelah dibuka, Ibu cukup terkejut. *Yes berhasil!* dan seperti yang sudah diduga, setelah mengucapkan terimakasih, tetep ada komentar dari Ibu yang keluar “Ini warnanya nggak ada yang lain ya?”. Kami lalu mengatakan sejujurnya bahwa warna lainnya adalah pink dan kami rasa nggak matching buat Ibu2. Ibu pun terlihat menerima alasan kami. Beberapa saat kemudian Ibu menawari makan di luar dan kami(Saya, Ria, Iyas)pun langsung ribut menentukan tempat makan tapi itu adalah keributan yang percuma karena pada akhirnya kami memutuskan untuk tetep makan di rumah *yaah, nggak jadi makan gratisan deh(padahal makan di rumah juga gratis)*

Keesokan harinya gantian saya yang dikasih surprise sama Ibu. Ibu mengatakan alasan mengapa ia berkomentar tentang warna baju yang kami berikan kemarin. Beliau berkata “Baju atasan kado ultah itu, kayaknya kalau Ibu nggak salah lihat, itu kembar sama baju Ibu tetangga depan rumah”. *Apaaah?!* lol2 onion head

Berikutnya saya menceritakannya sama Ria dan kami berdua sama-sama ketawa heran. Hadeeh..bisa-bisanya ini terjadi! uhuhuh onion head

Lain waktu, semoga saya, Ria dan Iyas bisa memberikan sesuatu yang lebih baik untuk Ibu, tidak hanya saat Ibu ultah atau saat hari Ibu, tapi setiap saat. Amin….

Akhir kata, Selamat Hari Ibu…..(*untuk Ibu kamu juga ya*embarrassed4 onion head)

.::Auf Wiedersehenbye1 onion head

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s