Pergelaran Sendratari “Prahara Cinta Tangkuban Perahu” [part 1]

Jumat 30 November 2012…

Akhirnya hari ini tibabig eye leaf, hari yang menjadi puncak dari segenap usaha dan persiapan yang dilakukan teman-teman UKM Seni Karawitan(Sekar) dan UKM Grup Tari Sanata Dharma(Grisadha), hari pementasan pergelaran sendratari Prahara Cinta Tangkuban Perahu.

Seperti judulnya, sendratari ini mengangkat legenda tanah Sunda mengenai terciptanya gunung Tangkuban Perahu atau dikenal juga dengan kisah Sangkuriang. Layaknya cerita rakyat, legenda ini memiliki banyak versi. Saya kurang tahu versi yang bagaimana yang divisualisasikan oleh sendratari ini(sebenarnya saya pernah baca skripnya sih waktu saya melihat mereka latihan, tapi saya lupalaugh leaf). Selain itu tidak ada booklet sinopsis cerita sendratari yang dibagikan ke penonton, jadi dalam postingan ini saya akan memaparkan garis besar cerita sendratari tsb. dengan mengandalkan ingatan saya tentang cerita Sangkuriang yang saya tahu sejak kanak-kanak, dibantu artikel dari laman wikipedia, serta tambahan dan pengurangan di sana-sini.

* * *

Malam pergelaran pun tiba. Setelah dibuka oleh gending soran(gending karawitan yang disajikan dengan volume keras) 3 tarian dari Grisadha, cuap-cuap MC, sambutan Ketua Umum pergelaran, WR3, dan rektor USD, akhirnya lampu panggung diset Black-Out dan gending buka pun dimainkan oleh pengrawit. Saat black out ini adalah saat mencekam ‘ujian’ bagi pengrawit, karena mereka dituntut untuk dapat memainkan gending dengan nol pencahayaan, dengan kata lain pengrawit harus hafal notasi gending dan hafal bilah gamelan yang harus ditabuh. Bagi yang merasa mustahil untuk bisa hafal dan demi mengurangi salah tabuh, biasanya pengrawit akan menyiasati hal ini dengan menyiapkan lilin, atau sumber cahaya portable(baca; senter kecil).

* * *

Alkisah di khayangan ada perkelahian dewa-dewi yang membuat murka Sang Hyang Tunggal. Kemudian dewa yang terlibat perkelahian itu dikutuk menjadi seekor anjing bernama si Tumang dan harus turun ke bumi sebagai hukumannya. (Si dewi juga dikutuk, tapi abaikan saja ya..ntar jadi panjang ceritanyavictory sign leaf). Di bumi, si Tumang dipelihara seorang raja.

Perkelahian di Kahyangan, dewa dikutuk

Perkelahian di Khayangan, dewa dikutuk menjadi anjing

Si Tumang

Si Tumang

Raja tsb. memiliki seorang putri yang jelita bernama Dayang Sumbi. Banyak raja yang menaruh hati padanya dan ingin menjadikannya permaisuri. Namun Dayang Sumbi tak memilih satupun dan memutuskan untuk mengasingkan diriย  karena raja-raja yang menginginkannya terus berselisih. Ia mengasingkan diri ke pedesaan bersama anjing peliharaan ayahnya, yaitu si Tumang. Sehari-hari Dayang Sumbi menghabiskan waktu dengan menyulam bersama perempuan-perempuan desa itu.

Tari Sulam Dayang Sumbi

Tari Sulam Dayang Sumbi

Suatu hari ketika Dayang Sumbi sedang menyulam kain, alat sulamnya jatuh. Dalam sendratari ini divisualisasikan dengan adanya penari pria yang memerankan tokoh wanita sehingga memancing tawa penonton(sebut saja namanya Ciya). Ciya memberikan alat sulam pada Dayang Sumbi, kemudian alat sulam tsb. jatuh dan hilang.

Alat sulam Dayang Sumbi jatuh

Alat sulam Dayang Sumbi jatuh

Karena kesal dan malas seperti penulis untuk mencari dan mengambilnya, Dayang Sumbi lalu berjanji siapapun yang menemukan alat sulamnya, jika lelaki akan dijadikannya suami dan jika perempuan akan dijadikan saudarinya. Ternyata yang menemukan alat sulamnya adalah si Tumang. Karena terlanjur janji, Dayang Sumbi pun menjadikan si Tumang suaminya.

Dayang Sumbi & si Tumang

Dayang Sumbi & si Tumang

Setiap malam bulan purnama, Si Tumang bisa berubah kembali menjadi wujud aslinya yaitu seorang dewa yang rupawan, sehingga bisa bermesraan(aslinya pengin nulis bercintadevil laugh leaf) dengan Dayang Sumbi.

ihiiiiiir.. :p

ihiiiiiir.. :p

dari percintaan kemesraan itu lahirlah anak bernama Sangkuriang. Ia tumbuh menjadi seorang anak yang tampan dan kuat. Suatu hari, Dayang Sumbi ingin makan hati kijang. Ia lalu menyuruh Sangkuriang berburu. Sangkuriang pun pergi berburu ke hutan ditemani si Tumang.

Sangkuriang Kecil yg hendak berangkat berburu

Sangkuriang Kecil yg hendak berangkat berburu

Di hutan, Sangkuriang menemukan kijang. Namun karena kijangnya gesit, ia gagal memanahnya dan gagal mendapatkan hatinya *cieee..*

2 kijang Cantiiiiiiik

2 kijang Cantiiiiiiik

Tak ingin pulang dengan tangan kosong dan mengecewakan ibunya, Sangkuriang kemudian membunuh si Tumang dan mengambil hatinya.

Sangkuriang mengambil hati si Tumang

Sangkuriang mengambil hati si Tumang

daaan..karena saya rasa postingan ini sudah terlalu panjang, tiba-tiba saya kepikiran untuk menjadikannya cerbung victory sign leaf. So, postingan ini bersambung ke Pergelaran Sendratari “Prahara Cinta Tangkuban Perahu” [part 2] yaaa..silakan klik di sini kalau mau baca sambungannya. Kalau nggak mau, tolong dijadiin mau donkhappy leaf.

-Special Thanks to Fransiskus Wisnu yang mengizinkan foto jepretannya saya sertakan di postingan ini-

11 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s