Wisata kuliner kampung pringwulung. Kuliner kampung pringwulung

Valley Bambu – The Romantic Place for Culinary

Jumat 19 oktober 2012..

Saya dan 2 sahabat saya, Sha dan Ana Maria kembali berkesempatan bergelantungan di luar(?) Yep! Hang Out!. Seperti yang sudah-sudah, kalau kami berkumpul  biasanya adalah untuk makan bareng dan ngobrol ini itu. Kali ini pun begitu.

Awalnya kami hanya berencana makan di kedai kopi atau angkringan deket kost, tapi Ana Maria lalu mengusulkan untuk mencoba makan di Komplek Wisata Kuliner Kampung Pringwulung Jogja*Buset panjang amat yak namanya?!*. Untuk selanjutnya, biar ringkes saya sebut saja mawar *Heh??* maksud saya sebut saja KKP(Kuliner Kampung Pringwulung). Tempat ini masih tergolong baru(pada saat saya berkunjung).

KKP adalah beberapa resto tempat makan  yang ada dalam satu area/komplek. Beberapa di antaranya adalah Jogja Steak, Rumah sosis, Zupparella, Valley Bambu, dan Jogja Milk. Lokasinya ada di Jalan Manggis, Pringwulung, Sleman, Jogja. Buat yang udah tau lokasi Ngeban, nah KKP ini berlokasi di depan Ngeban. Karena banyaknya pilihan tempat makan di KKP ini, kami bertiga sempet keliling komplek KKP dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk makan di Valley Bambu.

Dilihat dari luar, tempatnya memang banyak bebambuan. Pagar bambu, kursi bambu seruling bambu dan setelah kami masuk terlihat juga beberapa pohon bambu(semacam bambu cina tapi ya, bukan taneman bambu gedhe n rimbun kaya yang di pekarangan2 itu).

Setelah memilih tempat, kami duduk dan waiter pun datang membawakan daftar menu. Awalnya saya ingin makan berat tapi setelah melihat-lihat menunya, saya langsung berubah haluan karena sebagian besar menunya adalah menu ringan ala tempat nongkrong *Kalau mau menu yang pasti berat semua ke warteg aja, Tin!*

Menu Makanan di Valley Bambu

Menu Makanan di Valley Bambu

Menu Minuman di Valley Bambu

Menu Minuman di Valley Bambu

Saya lalu memutuskan untuk pesan Klapertart dan yoghurt creamy strawberry. Saya memang lagi pengen nyoba Klapertart tapi nggak tahu di mana nyarinya. Kebetulan di Valley Bambu ada, jadi nggak pake pikir panjang saya pesan Klapertart. Sha memesan pisang bakar Valley dan hot cappucino latte sedangkan Ana Maria memesan banana split, french fries dan coffee latte shaker . Order selesai. Dan seperti biasanya, ritual saat menunggu pesanan datang adalah jepret sana jepret sini.

Saya menjepret*haduh nggak enak bgt bahasanya* pemandangan sekeliling. Saya merasa Valley Bambu ini sangat luas. Ada sungai buatan yang membelah tempat ini. Sisi yang satu merupakan spot makan dengan kursi sedangkan seberangnya adalah spot lesehan. Kedua spot itu disambung oleh jembatan di atas sungai yang di isi 4 pasang kursi.  Jembatannya juga bukan sembarang jembatan nih soalnya jembatan ini bernama Jembatan Cinta.

Jembatan Cinta Valley Bambu (Gbr diambil dari sini)

Jembatan Cinta Valley Bambu (Gbr diambil dari sini)

So buat yang dateng ke sini bareng ehem2nya, dijamin so sweet banget kalau nempatin sepasang kursi di jembatan cinta. Belakangan saya baru tahu kalau tempat ini memang mengusung tema Romantic Place.

Dilihat secara keseluruhan, di Valley Bambu ini memang krasa banget kesan romantisnya. Dan jadilah kami romantis2an bertiga .

Spot Lesehan Valley bambu

Spot Lesehan Valley bambu

Gbr di atas adalah spot lesehan Valley Bambu. Selain spot lesehan tsb., ada juga spot lesehan pakai tiker di bagian yang agak bawah yang lebih deket ke sungai. Jadi kalau ada yang lagi makan di sini n kebetulan diajak putus sama pacarnya atau ditolak sama gebetannya, bisa langsung nyebur ke sungainya.

Beberapa menit kemudian pesanan kami datang. Waitress datang, meletakkan sesuatu di meja kami. Satu piring lebar yang di atasnya terdapat makanan dalam wadah segiempat mungil dan menyebutkan klapertart setelah ia meletakkannya. Sejenak saya bingung setelah melihat penampakan aslinya, soalnya dulu saya kira klapertart itu bakal mirip pie atau waffle gitu *Hahaha udik banget*.

Klapetart Valley Bambu (Cantik kan?)

Klapertart Valley Bambu (Cantik kan?) IDR 12,000

Klapertart (berdasarkan Wikipedia) adalah kue bergaya Belanda. Ada yang dipanggang sehingga padat dan ada yang tidak dipanggang sehingga teksturnya lembut. Saya rasa yang di Valley Bambu ini klapertart yang nggak dipanggang soalnya teksturnya memang krasa lembut banget di mulut. Oya, masih menurut Wiki juga, katanya Klapertart mengandung banyak kalori. Saya jadi maklum kalau klapertart disajikan dalam porsi kecil. Saya juga enggan makan makanan yang berkalori banyak*enggan kok bodymu bisa subur gitu, Tin?*.

Pisang Bakar Valley

Pisang Bakar Valley IDR 7,000

Banana Spit

Banana Spit 12,000

Nah kalau gambar di atas adalah pesanan Sha dan Ana Maria*Kok sekilas nampak sama ya?*. Kalau dari penampakannya, saya bisa ambil kesimpulan kalau Banana Split adalah pisang bakar Valey yang diberi 2 sekop es krim dan satu kue semprong. Padahal di bayangan saya (dan memang sudah sering saya lihat juga) yang namanya banana split itu biasanya disajikan di mangkuk lonjong, pokoknya nggak di piring datar yang lebar seperti itu. Seperti di bawah ini nih bayangan saya (NB: perhatikan bentuk wadahnya saja).

Banana Split

Banana Split (Gbr diambil dari sini)

Tapi toh bentuk wadah nggak ngefek sama rasanya, so sebenernya sah-sah saja kalau ada modifikasi.

French Fries IDR 8,000

French Fries IDR 8,000

The last is french fries. Entah kenapa, menurut saya french fries selalu enak, french fries di Valley Bambu juga begitu. Enak dan empuk. Apa karena dasarnya saya suka semua olahan dari kentang ya? *mau bilang suka semua makanan tapi malu*

Yoghurt Strawberry IDR 9,000 & Coffee Latte Shaker IDR 9,000

Yoghurt Strawberry IDR 9,000 & Coffee Latte Shaker IDR 9,000

Hot Cappucino IDR 8,000

Hot Cappucino IDR 8,000 (sorry cuma keliatan gelasnya doank)

Yoghurt yang saya pesan, buat saya rasaanya kurang kental  tapi rasa asamnya pas dan rasa strawberrynya dapet. Intinya tetep enak dan tetep masuk perut semua. Untuk rasa Cappucino latte dan Coffee latte-nya no comment. Saya sempet nyicip sih cuman saya lupa rasanya, yang jelas sama-sama rasa kopi. Eh, yang barusan termasuk comment juga nggak ya?..

Overall saya suka tempat ini. Tempatnya romantis, makanannya enak. Terlebih lagi saya datang dengan 2 orang yang sangat menyenangkan(semoga di kesempatan lain saya bisa dateng ke sini lagi sama ehem2 saya haha..). Oya pas kami siap-siap mau mbayar, ternyata ini semua ditraktir si Sha. Waah tau gitu tadi pesen iga hot plate pedas sama choco roll ice cream juga(Plakk!! dikasi hati minta rempela, sekalian aja sama usus, kepala, leher,ceker*Lho??*). Makasih banyak Sha and also Ana Maria.

.:: Auf Wiedersehen :-)