kuliner korea jogja

[KulinerJogja] MichiGo

Yeaaay! Ada Korean resto baru di Jogjaa..Baru mulai buka 13 Juli kemarin. Namanya MichiGo.  Kabar akan hadirnya MichiGo sebenernya sudah saya dengar sejak beberapa bulan sebelumnya karena kebetulan saya baca pengumuman staff hiring mereka. Sejak itulah saya excited buat nyoba makan di MichiGo lantaran saya memang tertarik dengan makanan ala Korea *sebenernya semua makanan sih* Efek Running Man  yang saya tonton juga nih, sering mengumbar makanan-makanan Korea yang bikin mupeng. Saya sampai iseng-iseng ikut kuis di radio yang berhadiah voucher makan di Michigo..tapi belum beruntung kekekek.. ..

Beruntungnya, saya tetep jadi ke MichiGo karena Ana Maria dan Cici juga berminat nyoba.  Alhasil masih dalam masa soft opening, tiga hari setelah MichiGo mulai buka,  kami bertiga langsung cuss ke TKP di jalan Colombo no 7 Yogyakarta (sebelah timur Wisma MM UGM).

Kalau dari namanya, MichiGo berarti going crazy atau being awesome. Konon nama adalah harapan, mungkin harapannya setelah makan di Michigo jadi going crazy saking enaknya kali ya? *padahal aslinya nggak ngerti maksudnya apaan :D :D *

Dalam masa puasa ini MichiGo buka pukul 3 sore – 11 malam. Hari itu kami datang ke “The Real Awesome Korean Fastfood Restaurant” tersebut petang hari sekitar jam 6. Berbeda dengan Korean resto lain yang sudah ada di Jogja, MichiGo mengusung konsep fastfood restaurant. Customer yang datang, memilih menu dulu di counter, bayar, baru menikmati pesanannya. Nah yang bikin MichiGo terkesan Awesome adalah adanya sistem digital ordering. Daftar menunya ada di tablet. Jadi kalau mau pesan, customer tinggal colek-colek layar, klik order, klik payment dan bill akan langsung tercetak di mesin print di samping masing-masing tablet.

pad buat pilih menu

tablet buat pilih menu

Kemudian setelah membayar pesanan sesuai yang tertera di print out bill, customer akan diberi (lebih tepatnya dipinjami) video pager yang memutar video klip K-Pop. Jadi pas nunggu pesanan bisa sambil nonton klip. Tapi buat saya keberadaan klip di video pager ini nggak terlalu penting sih toh restonya sendiri juga sudah memutar lagu K-Pop dengan volume yang cukup keras. Udah gitu klipnya nggak full, baru setengah jalan udah (otomatis) berganti klip lain. Tapi kalau buat penggila K-Pop yang “tingkat dewa” pasti seneng banget deh kalo ada idolanya nongol di video pager itu.

Sesungguhnya fungsi utama video pager ini  adalah layaknya nomor antrian digital. Kalau menu pesanan kita sudah jadi, kita akan diberitahu lewat pesan ke video pager ini yang isinya “Your order is ready please pick up at the counter“. MichiGo memang menerapkan sistem self-service. Pelayan nggak mengantar menu pesanan ke meja kita tapi kita yang mengambil pesanan ke counter. Bahkan kalau kita bersedia membereskan meja setelah kita rampung makan, bakal ada semacam reward buat kita yang bisa ditukar dengan menu di Michigo setelah mencapai angka tertentu. Tapi waktu itu sih kami nggak pake beresin mejanya, m.a.l.a.s :D

Video Pager Michigo

Video Pager MichiGo

Oke beralih ke menu. Menu MichiGo digolongkan jadi 5 yaitu Hot items, Specials, Dosirak, Dessert dan Drinks. Mungkin memang kalah jumlah variasi dengan Mushiro atau Dae Jang Geum. Namun ada beberapa menu ala Korea seperti Pat Bing Soo yang hanya ada di Michigo *CMIIW*.

Menu kategori Hot items adalah berbagai menu ayam, variasi ada pada saus dan jenis bagian ayamnya(drumstick atau wings). Ada juga Dolsot Bibimbab, nasi campur yang disajikan pakai dolsot(mangkuk terbuat dari batu) yang panas. Pada saat cerita soal Musiro saya pernah menuliskan kalau Bibimbab biasanya disajikan dengan telur mentah. Nah kalau penyajian Bibimbab ini  pakai dolsot panas maka telur akan menjadi lebih matang saat semua isi nasi campurnya diaduk.

Di kategori Specials ada Naeng Myun alias Mie Dingin Korea, Toppokki dan Pajeon. Naeng Myun alias Mie Dingin memang disajikan dengan kuah dingin(ada juga yang ditambahi es batu). Di negeri asalnya dimakan kalo musim panas. Waktu liat gambar menunya saya pengin pesan ini karena tertarik dengaaaan potongan dagingnya yang terlihat disajikan terpisah :D

Bibim Naeng Myeon (foto  punya michigo)

Bibim Naeng Myeon (foto punya michigo)

Pas tanya ke waitress ternyata dagingnya nggak disajikan terpisah(nggak kaya digambar) tapi sudah langsung dicampur dalam wadahnya. Entah kenapa hal ini langsung mengurangi minat saya pesan Naeng Myun wkwkwk…

Di kategori Dosirak ada berbagai menu bento, kalau Dessertnya ada Pat bing soo dengan 4 varian rasa toping ice cream, sedangkan di kategori Drinks hanya ada jus dalam botol, air mineral dan teh kotak.

Pesanan kami bertiga saat itu adalah Fishcake Toppokki, Dak Pajeon, dan 3 Pat Bing Soo.

Toppokki di Michigo ada 2 varian yaitu Gopchang Topoki (toppokki dengan potongan daging sapi) dan Fishcake Toppokki. Kami pesan yang Fishcake Toppokki. Menurut saya rasa fishcakenya malah lebih maknyus dibanding toppokkinya dan rasa maknyus itu nggak lepas dari peran sausnya yang memang enaak, pedas manis (dominan manis). *apaan ya nama ini saus? gojuchang?*

Fishcake Toppokki 30k

Fishcake Toppokki 30k

Kalau menu Pajeon ada 3 jenis, nampak seperti martabak telur. Ini pesanan Ana Maria, dia memilih Dak pajeon yaitu telur dengan isian daging ayam, mozarella dan daun bawang.

Dak Pajeon 30k

Dak Pajeon 30k

Terakhir adalah Pat bing soo. Es serut plus potongan buah jeruk, kiwi, leci, kacang merah dengan topping ice ceram dan taburan almond.

Masing-masing kami pesan Nokcha Pat bing soo, Strawberry Pat bing soo, dan Neopolitan Pat bing soo(lolos dari sesi pemotretan).

Strawberry Pat Bing Soo 26k

Strawberry Pat Bing Soo 26k

Nokcha Pat Bing soo 26k

Nokcha Pat Bing soo 26k

Nockcha alias Green teanya kurang terasa, terlebih pas sudah nyampur dengan es serutnya jadi cenderung hambar. Tapi kombinasi isian buahnya bikin Pat Bing Soo ini segeer!

Satu yang agak nggak klik buat saya adalah penyajiannya yang memakai cup kertas(?). Padahal kalo di menu terlihat disajikan pake gelas, cantik dan foodgenic gitu deh. Mungkin karena ini fastfood jadi fokus pada kepraktisannya tapi nggak nyaman banget rasanya pas makan esnya bochor bochor di meja :)

Pat Bing Soo di Daftar Menu

Pat Bing Soo di Daftar Menu

Oya temen saya Inyul nitip buat take away Dosirak yang Nomina HanaGo. Sampai kost yang pertama dia cicip adalah nasinya karena kalau nasi Korea atau Jepang gitu beda kan yaak?! dan katanya nasinya okee! Selain nasi ada kimchi, salad, tuigim sama ayam.

Nomina HanaGo Dosirak 30k

Range harga makanan Michigo mulai 30-50k sedangkan minumannya mulai 7k. Ada pajak 10%. Di sini nggak ada ramyun, dan karena fastfood jadi nggak ada bulgogi atau sebangsanya yang masak pakai kompor di meja.

MichiGo bisa dijadikan referensi tempat makan ala Korea di Jogja, ini adalah perpaduan food, gadget dan ordering sistem yang awesome. Mian, fotonya kabur-kabur *cuma pake HP* dan gomawooo buat Ana Maria dan Cici :*

.:: Anyeooooong! ^^