Monggo monggo..nikmati Coklat Monggo

Salah satu oleh-oleh makanan yang terkenal dari Jogja adalah Gudeg dan bakpia. Tapi belakangan ini dari pengalaman saya dan orang-orang sekitar saya, banyak yang memesan coklat sebagai oleh-oleh dari jogja. Tentu bukan sembarang coklat ya, karena coklat ini memang asli Jogja, namanya “Coklat Monggo”.

Monggo adalah kata dalam bahasa Jawa yang artinya “Silakan”, basanya diucapkan saat mempersilakan tamu masuk. Bisa juga sebagai ungkapan “permisi” saat kita lewat di depan banyak orang.

Coklat Monggo pertama kali dibuat oleh seorang pria Belgia yang datang ke Indonesia dan kecewa dengan kualitas coklat yang ada di toko-toko di Indonesia. Padahal Indonesia adalah penghasil kakao ke-3 terbesar di dunia.  Pria ini lalu membuat beberapa produk coklat dengan cita rasa Belgia dan mengembangkannya hingga sekarang.

Yogya's First Chocolatier

Yogya’s First Chocolatier

Cerita asal-usul coklat monggo itu saya baca di dinding Pabrik sekaligus Showroom Coklat Monggo yang saya datangi pertengahan Februari lalu. Showroom ini berlokasi di Jalan Dalem KG III / 978 Purbayan Kotagede 55173, Yogyakarta. Di tempat ini kita bisa mendapati produk coklat monggo secara lengkap dan dapat melihat langsung proses pembuatannya.

Isi showroomnya sangat mencerminkan budaya Jawa. Hiasan dinding, pajangan sampai bungkus coklatnya pun bernuansa Jawa. Dan berhubung Februari, suasana showroom pun  dipadukan dengan nuansa pink.

Berhubung Februari juga, ada produk coklat monggo edisi valentine.

Valentine Edition

Valentine Edition

Semua produk coklat Monggo merupakan dark coklat yang dibuat dari kakao asli Indonesia jadi rasanya jelas berbeda dengan coklat-coklat di pasaran *Harganya juga beda-sedikit lebih mahal, tapi wajar*. Kalau dibandingkan dengan produk semacam Chunky Bar, Delfy atau Toblerone, coklat monggo ini rasanya lebih pahit. Tapi menurut saya sih, rasa coklat ya memang harusnya nggak manis. Oya, Dark coklatnya ada yang 58% dan ada yang 69% (yang 69% rasanya lebih pahit).

Harga coklat monggo mulai 13ribu rupiah, itu adalah harga coklat praline 40gr. Lalu untuk yang berukuran 80gr harganya 25ribu rupiah. Ada juga yang 45ribu, 75ribu dan ada paket seharga 154ribu berisi coklat praline seluruh varian rasa. Dark coklat yang 69% harganya lebih mahal. Coklat Monggo kalau di beli di luar showroom, harganya selisih 3ribu – 10ribu rupiah.

Coklat Monggo

Coklat Monggo

Pilihan rasa dan ukuran Coklat Monggo juga cukup banyak. Ada rasa Strawberry, Marzipan, Durian, Mangga, krim kacang mete, dll. Saya pernah mencoba yang rasa strawberry, tadinya saya pikir coklat dengan campuran susu strawberry. Ternyata coklat yang ketika digigit keluar strawberry jam. Coklat Monggo tidak mengandung susu, jadi isiannya berupa krim atau selai. Ada juga inovasi rasa lainnya yaitu rasa cabai. Coklat rasa cabai?? Hmm..Saya sih belum pernah coba dan rasanya tidak tertarik buat nyoba.

Selain produk ready stock , coklat monggo juga melayani pembuatan coklat spesial even semacam souvenir pernikahan, coklat natal, lebaran, dan semacamnya.

Buat yang sedang wisata di Jogja, showroom dan pabrik coklat Monggo ini sangat menarik untuk dikunjungi. Anda bisa makan coklat enak sepuasnya *bayar dulu pastinya* dan bisa beli oleh-oleh buat saya  khas Jogja. Selain di kotagede ada juga showroom baru di Jalan Tirtodipuran no 10 Jogja, katanya malah ada cafenya juga. Namun kalau anda jauh dari kotagede, coklat monggo juga ada di toko dan mall Jogja kok dan sepertinya sudah tersedia juga di kota besar lain.

Who doesn’t love chocolate? It bring happines and it tastes really good

.:: Auf Wiedersehen