Pergelaran Tari Sekar Jepun USD

Jumat 7 December 2012..

Salah satu komunitas tari bali di kampus saya yaitu Sekar Jepun menyelenggarakan pentas tahunannya berupa pergelaran tari Bali. Pentas yang diselenggarakan jam 7malam di panggung Realino USD ini sekaligus memperingati HUT 15 tahun komunitas tsb. dan saya sangat senang karena bisa menyaksikannya. Sebenarnya pergelaran tari Bali oleh Sekar Jepun merupakan acara yang saya tunggu setiap tahunnya sebab saya sangat senang dengan konsep pentasnya yang berupa pertunjukan beberapa tari dengan iringan gamelan bali yang live(bukan dengan iringan kaset).

di tribun, kursi paling depan :-)

di tribun, kursi paling depan :-)

Seperti yang sudah-sudah, saya menonton bersama teman-teman dari Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Seni Karawitan(Sekar). Karena kami datang awal, kami berhasil mendapatkan tempat duduk yang pas yaitu semacam tribun di bagian tengah belakang, jadi sama sekali tidak tertutup oleh penonton lain(tapi tertutup kameramen grinning milk bottle).

Panggung, usai pentas

Pergelaran berlangsung selama sekitar 90 menit. Selama itu pula saya terpesona pada 10 tarian di antaranya tari Pendet, Janger Kebyar, Cendrawasih, Baris, Kebyar Duduk, Condong, Jauk, Margapati, dan Legong Kuntul. Tarian tersebut tidak hanya ditampilkan oleh mahasiswa USD saja, tetapi oleh dosen yang ikut dalam komunitas Sekar Jepun. Bahkan anak-anak dari dosen atau karyawan USD yang masih usia sekolah juga terlibat. Anak-anak itu menampilkan tari Kupu-kupu Tarum, mereka tampak lucu dan menggemaskanhappy milk bottle.  Meski menurut saya ada beberapa gerakan penari yang tidak kompak satu sama lain, saya tetap menikmatinya. Ini tidak lepas dari kata-kata seseorang(saya-lupa-siapa) yang selalu saya tanamkan dan ingat-ingat: “Seni tidak pernah salah”. Seni bukan untuk dinilai, tapi diapresiasi.

Selain oleh para penari dan tarian yang disajikan, saya dibuat terpesona oleh hal lainnya. Yep! Gamelan Bali dan para penabuhnya yang mengiringi tari dalam pergelaran tersebut in love milk bottle. Mungkin ini imbas karena saya anggota UKM Sekar yang berkutat dengan gamelan Jawa. Benar saja, karena teman-teman UKM yang sama-sama nonton saat itu juga ternyata lebih fokus menyaksikan para penabuh gamelannya. Jadilah selama pertunjukan kami berkomentar ini itu, membanding-bandingkan gamelan Bali dengan gamelan Jawa dan terkekeh(malu) membayangkan tehnik main kami yang kalau disuruh main dengan tempo secepat itu pasti kacauhaha milk bottle.

Setelah pergelaran berakhir, fokus kami pun masih tertuju pada gamelan Bali di atas penggung. Saat sebagian besar penonton naik ke panggung menyalami dan berfoto dengan penari, saya dan teman-teman UKM malah foto-foto di area gamelan Bali.

Nampang Dibalik Salah Satu Gamelan Bali

Nampang Dibalik Salah Satu Gamelan Bali

Yakin deh kalau ada kesempatan belajar memainkan gamelan Bali, saya dan teman-teman pasti nggak akan menyia-nyiakannya(hit milk bottle 2main gamelan Jawa aja masih amburadulhit milk bottle)

..Auf Wiedersehen

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s